Dewa Matahari di Perayaan Tahun Baru & Pandangan Islam

   Setiap akhir tahun biasanya semua manusia di dunia ini tidak terkecuali kaum Muslim mengalami wabah penyakit yang luar biasa, pengidap penyakit ini biasanya menjadi suka menghamburkan harta untuk berhura-hura, euforia yang berlebihan, pesta pora dengan makanan yang mewah, minum-minum semalam penuh, lalu mendadak ngitung (3.., 2.., 1.. Dar Der Dor!).
 
   Wabah itu bukan flu burung, bukan juga kelaparan, tapi wabah penyakit akhir tahun yang kita biasa sebut dengan tradisi perayaan tahun baruan. Kaum muda pun tak ketinggalan merayakan tradisi ini. Kalo yang udah punya gandengan merayakan dengan jalan-jalan konvoi keliling kota, pesta di restoran, kafe, warung (emang ada ya?)

   Kalo yang jomblo yaa.. tiup terompet, baik terompet milik sendiri ataupun minjem (bagi yang nggak punya duit). Kalo yang kismin, ya minimal jalan-jalan naik truk bak sapi lah, sambil teriak-teriak nggak jelas.

   Dan bagi kaum adam yang normal menurut pandangan jaman ini, kesemua perayaan itu tidaklah lengkap tanpa kehadiran kaum hawa. Karena seperti kata iklan “nggak ada cewe, nggak rame”
Bahkan di kota-kota besar, tak jarang setelah menunggu semalaman pergantian tahun itu mereka mengakhirinya dengan perbuatan-perbuatan terlarang di hotel atau motel terdekat.

   Yah itulah sedikit cuplikan fakta yang sering kita lihat, dengar, dan rasakan menjelang malam-malam pergantian tahun. Ini dialami oleh kaum muslimin, khususnya para anak muda yang memang banyak sekali warna dan gejolaknya. Nah, sebagai pemuda-pemudi muslim yang cerdas, agar kita nggak salah langkah di tahun baruan ini, maka kita harus menyimak gimana seharusnya kita menyikapi momen yang satu ini.

Asal muasal tahun baruan

   Awal muasal tahun baru 1 Januari jelas dari praktik penyembahan kepada dewa matahari kaum Romawi. Kita ketahui semua perayaan Romawi pada dasarnya adalah penyembahan kepada dewa matahari yang disesuaikan dengan gerakan matahari.

   Sebagaimana yang kita ketahui, Romawi yang terletak di bagian bumi sebelah utara mengalami 4 musim dikarenakan pergerakan matahari. Dalam perhitungan sains masa kini yang juga dipahami Romawi kuno, musim dingin adalah pertanda ’mati’ nya matahari karena saat itu matahari bersembunyi di wilayah bagian selatan khatulistiwa.

   Sepanjang bulan Desember, matahari terus turun ke wilayah bahagian selatan khatulistiwa sehingga memberikan musim dingin pada wilayah Romawi, dan titik tterjauh matahari adalah pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Lalu mulai naik kembali ketika tanggal 25 Desember. Matahari terus naik sampai benar-benar terasa sekitar 6  hari kemudian.

   Karena itulah Romawi merayakan rangkaian acara ’Kembalinya Matahari’ menyinari bumi sebagai perayaan terbesar. Dimulai dari perayaan Saturnalia (menyambut kembali dewa panen) pada tanggal 23 Desember. Lalu perayaan kembalinya Dewa Matahari (Sol Invictus) pada tanggal 25 Desember. Sampai tanggal 1-5  Januari yaitu Perayaan Tahun Baru (Matahari Baru)

   Orang-orang Romawi merayakan Tahun Baru ini biasa dengan berjudi, mabuk-mabukan, bermain perempuan dan segala tindakan keji penuh nafsu kebinatangan diumbar disana. Persis seperti yang terjadi pada saat ini.

   Ketika Romawi menggunakan Kristen sebagai agama negara, maka terjadi akulturasi agama Kristen dengan agama pagan Romawi. Maka diadopsilah tanggal 25 Desember sebagai hari Natal, 1 Januari sebagai Tahun Baru dan Bahkan perayaan Paskah (Easter Day), dan banyak perayaan dan simbol serta ritual lain yang diadopsi.

   Bahkan untuk membenarkan 1 Januari sebagai perayaan besar, Romawi menyatakan bahwa Yesus yang lahir pada tanggal 25 Desember menurut mereka disunat 6 hari setelahnya yaitu pada tanggal 1 Januari, maka perayaannya dikenal dengan nama ’Hari Raya Penyunatan Yesus’ (The Circumcision Feast of Jesus)

Pandangan Islam terhadap Perayaan Tahun Baru 

   ’Ala kulli hal, yang ingin kita sampaikan disini adalah bahwa ’Perayaan Tahun Baru’ dan derivatnya bukanlah berasal dari Islam. Bahkan berasal dari praktek pagan Romawi yang dilanjutkan menjadi perayaan dalam Kristen. Dan mengikuti serta merayakan Tahun baru adalah suatu keharaman di dalam Islam.

   Dari segi budaya dan gaya hidup, perayaan tahun baruan pada hakikatnya adalah senjata kaum kafir imperialis dalam menyerang kaum muslim untuk menyebarkan ideologi setan yang senantiasa mereka emban yaitu sekularisme dan pemikiran-pemikiran turunannya seperti pluralisme, hedonisme-permisivisme dan konsumerisme untuk merusak kaum muslim, sekaligus menjadi alat untuk mengeruk keuntungan besar bagi kaum kapitalis.

   Serangan-serangan pemikiran yang dilakukan barat ini dimaksudkan sedikitnya pada 3 hal yaitu (1) menjauhkan kaum muslim dari pemikiran, perasaan dan budaya serta gaya hidup yang Islami, (2) mengalihkan perhatian kaum muslim atas penderitaan dan kedzaliman yang terjadi pada diri mereka, dan (3) menjadikan barat sebagai kiblat budaya kaum muslimin khususnya para pemuda.

   Ketiga hal tersebut jelas terlihat pada perayaan tahun baru yang dirayakan dan dibuat lebih megah dan lebih besar daripada hari raya kaum muslimin sendiri. Tradisi barat merayakan tahun baru dengan berpesta pora, berhura-hura diimpor dan diikuti oleh restoran, kafe, stasiun televisi dan pemerintah untuk mangajarkan kaum muslimin perilaku hedonisme-permisivisme dan konsumerisme.

   Kaum muslim dibuat bersenang-senang agar mereka lupa terhadap penderitaan dan penyiksaan yang terjadi atas saudara-saudara mereka sesama muslim. Dan lewat tahun baruan ini pula disiarkan dan dipropagandakan secara intensif budaya barat yang harus diikuti seperti pesta kembang api, pesta minum minuman keras serta film-film barat bernuansa persuasif di televisi.

   Semua hal tersebut dilakukan dengan bungkus yang cantik sehingga kaum muslimin kebanyakan pun tertipu dan tanpa sadar mengikuti budaya barat yang jauh dari ajaran Islam. Anggapan bahwa tahun baru adalah “hari raya baru” milik kaum muslim pun telah wajar dan membebek budaya barat pun dianggap lumrah.

   Walhasil, kaum secara i’tiqadi dan secara logika seorang muslim tidak layak larut dan sibuk dalam perayaan haram tahun baruan yang menjadi sarana mengarahkan budaya kaum muslim untuk mengekor kepada barat dan juga membuat kaum muslimin melupakan masalah-masalah yang terjadi pada mereka.

Dan hal ini juga termasuk mengucapkan selamat Tahun Baru, menyibukkan diri dalam perayaan tahun baru, meniup terompet, dan hal-hal yang berhubungan dengan kebiasaan orang-orang kafir. Wallahua’lam 

Advertisements

Apa itu Jin, Iblis, Setan, & Qarin.

A. Jin

   Di dalam Al-Quran Al-Kariem, Allah SWT menyebut beberapa kali kata ‘jin’. Bahkan ada satu surat yang secara khusus membahas tentang jin dan dinamakan dengan surat Al-Jin.

    Bila disimpulkan secara sekilas, maka ada hal-hal yang bisa ketahui dari Al-Quran Al-Kariem tentang siapakah sosok jin itu.
 
1. Jin diciptakan oleh Allah SWT dari api.
    Allah SWT menyebutkan bahwa jin itu diciptakan dari api yang sangat panas, juga disebutkan terbuat dari nyala api.

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum dari api yang sangat panas.(QS.Al-Hijr : 27)

dan Dia menciptakan jin dari nyala api.(QS.Ar-Rahman : 15)

2. Jin ada yang muslim dan ada yang tidak

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (QS.Al-Jin :11)

Contoh jin muslim adalah jin yang menjadi tentara nabi Sulaiman as.

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum dari api yang sangat panas.(QS.An-Naml : 17)

Dan Kami angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.(QS.Saba’ : 12)

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang seperti kolam dan periuk yang tetap . Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur. Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS. Saba’ : 13)

B. IBLIS.

   Iblis menurut bahasa arab berasal dari kata ablasa – yublisu – ilbisan yang berarti putus asa, frustasi atau berdukacita. Ilbis menurut Al Qur’an adalah salah satu dari golongan jin yang ingkar terhadap perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam as. Hal tersebut sebagaimana firman Allah:

“dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada malaikat,’sujudlah kamu kepada adam,’maka kecuali ilblis. Dia adalah golongan jin, maka ia mendurhakai perintah tuhannya…” (QS. Al Khafi: 50)

“Allah berfirman:”apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Nabi Adam as) diwaktu aku menyuruhmu?” ilbis menjawab:”aku lebik baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
(QS al A’raf: 12)

   Sedangkan Iblis adalah makhluq durhaka yang jenisnya adalah jin, bukan jenis manusia. Al-Quran Al-Kariem secara tegas menyebutkan bahwa Iblis itu adalah dari jenis jin.

Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam , maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim. (QS.Al-Kjahfi : 50)

   Jadi bisa disebutkan bahwa Iblis itu adalah seorang oknum yang berjenis jin. Dialah dahulu jin yang paling dekat dengan Allah SWT, lalu berubah menjadi ingkar lantaran tidak mau diperintahkan untuk bersujud kepada Adam, manusia pertama.

Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS.Al-Baqarah : 34)

   Motivasi yang menghalangi si Iblis itu untuk sujud kepada Adam tidak lain adalah rasa kesombongan dan tinggi hati. Dia merasa dirinya jauh lebih baik dari Adam.
   Allah berfirman: 

“Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS.Al-Araf : 12 )

   Ciri yang paling utama dari Iblis adalah dia tidak mati-mati sampai hari kiamat. Dan penangguhan usianya itu memang telah diberikan oleh Allah SWT

Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” (QS.Al-Araf : 14-15 )

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya “. (QS.Shaad : 79-81 )

   Jadi iblis adalah nama seorang jin yang hidup di masa penciptaan Adam as dan tidak mati-mati sampai hari ini. Iblis adalah kakek moyang syetan yang juga punya keturunan, namun keturunannya itu tidak mendapatkan jaminan untuk hidup sampai kiamat. Dan sebagai bangsa jin, ada diantara keturunannya itu yang mati. Meski barangkali usianya berbeda dengan rata-rata manusia. Tetapi tetap akan mati juga. Kecuali kakek moyang mereka yaitu Iblis.

   Sangat jelaslah ilbis itu bukan makluk baru ciptaan Allah SWT atau tafsiran beberapa ulama terdahulu ilbis itu merupakan malaikat yang membangkang Allah Azza Wa Jalla. Kedua ayat Al Qur’an diatas secara implisit dan tegas menyebutkan ilbis berasal dari golongan jin yang tercipta dari api. Sedangkan makluk Allah yang tercipta dari api hanya bangsa jin bukan manusia yang tercipta dari tanah atau bangsa malaikat yang tercipta dari cahaya (nur).

    Selain itu ada beberapa dalil yang membuktikan bahwa sebelumnya iblis bukan dari golongan malaikat melainkan golongan jin:


1. Iblis memiliki keturunan, sementara malaikat tidak memiliki keturunan.
2. Malaikat terjaga dari segala dosa, sementara ilbis tidak terjaga dari dosa.
3. Iblis tercipta dari api, sedangkan malaikat tercipta dari cahaya.
4. dalam Al Qur’an ditegaskan bahwa syetan adalah jin.
5. banyak riwayat dari rasulullah muhammad saw dan para sahabat yang sampai kepada kita yang menegaskan bahwa ilbis adalah jin.


C. Setan

   Menurut bahasa Arab adalah ruuhun syariirun atau ruh yang sangat jahat/buruk, al-hayatul khabitsah atau suatu kehidupan yang sangat buruk dan mutamarridun madsadun atau pendurhaka yang merusak”. Sedangkan setan secara istilah adalah sifat yang jahat yang tersembunyi dalam diri jin dan manusia yang dapat menimbulkan kerusakan dan kehancuran. Jadi syetan adalah profesi atau sebutan dari kalangan jin dan manusia yang jahat. Hal ini sesuai dengan definisi Allah mengenai syetan dalam Al Qur’an:

“syetan yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia dari (golongan jin dan manusia” (QS. An-Naas: 5-6)

“ dan demikian kami jadikan bagi tiap – tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin. Sebagian lagi membisikkan kepada sebagian lagi perkataan – perkataan yang indah – indah untuk menipu manusia. Jikalau tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan,” (QS Al-An’am: 112)

Jadi Setan adalah anak cucu keturunan dari Iblis dan Jin

   Diantara sifat syetan itu adalah sifat congkak, sesat dan cinta terhadap kejahatan. Jin yang bersifat congkak dan cinta kejahatan disebut setan. Manusia yang memiliki sifat tersebut disebut juga setan. Setan dari jenis manusia dan setan dari jenis jin yang ditetapkan Allah sebagai musuh para nabi itu menperdaya sebagian yang lain dengan kata-kata indah yang dibisikannya. Yang dimaksud dengan membisikkan disini adalah memindahkan pengaruh internal dari sebagian kepada sebagian yang lain, menipu dan mendorongnya untuk berbuat congkak, sesat dan maksiat kepada Allah Azza Wa Jalla.
Setan jenis manusia, sepak terjangnya dapat dilihat secara nyata dan jelas oleh mata telanjang kita, begitu pula bentuk permusuhan mereka terhadap nabi dan orang yang beriman itu. Sementara seyetan jenis jin bercampurbaur denjgan manusia untuk menjerumuskan dan menyesatkanya dengan cara – cara yang tidak diketahui manusia. Sebagaimana firman Allah di Al Qur’an:

“dan kami tetapkan bagi mereka teman – teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada dihadapan dan dibelakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi”
(QS Fusshilat: 25)

“ dan orang-orang kafir berkata, “ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kami kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina” (QS Fusshilat: 29)

   Sedangkan Syaitan itu menurut Al-Quran Al-Kariem adalah makhluq yang kerjanya mengajak kepada perbuatan jahat dan keji serta berbohong. 
1. Mengajak Kepada Perbuatan Keji

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.(QS. Al-Baqarah : 169 )

2. Syetan Adalah Musuh Manusia

Dan Allah SWT telah menegaskan bahwa syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS.Al-Baqarah : 208 )

3. Memberi Janji Dan Angan-angan Kosong

Syaitan itu kerjanya memberi janji dan angan-angan kosong kepada manusia
Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (QS.An-Nisa : 120 )

4. Syaitan Bisa Berujud Manusia

Namun Syaitan itu tidak terbatas pada jenis makhluk halus / jin saja, melainkan manusia pun bisa dikategorikan sebagai syaitan. Dan Al-Quran Al-Kariem pun juga menyebut-nyebut tentang manusia yang menjadi syaitan itu.
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan manusia dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS.Al-Anam : 112)

Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia. (QS.An-Naas : 1-6 )

D. QARIN

“barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah yang maha pemurah (Al Quran), kami adakan baginya setan, maka setan itulah menjadi teman (al Qarin) yang menyertainya” (QS az-Zukhruf: 36)

   Rasulullah muhammad saw bersabda tentang al Qarin

“tidak satupun dari kamu yang tidak diwakilkan oleh Allah seorang qarin (peneman) baginya dari bangsa jin.” Para sahabat bertanya. “apakah qarin itu juga diperuntukkan bagimu wahai Rasulullah Muhammad SAW?” beliau menjawab, “juga bagi saya, akan tetapi Allah SWT telah menolongku terhadapnya, lalu ia masuk Islam, sedangkan ia tidak akan menyuruhku kecuali pada kebaikan.” (HR muslim)
Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “tidaklah ada seorang diantara kalian kecuali disertakan untuknya qarin dari jin dan qarin dari malaikat.”
(HR Muslim dan Ibnu Mas’ud)

   Sangat jelas bahwa Qarin itu merupakan salah satu suku bangsa jin yang disebut QARIN yang ditugaskan Allah untuk selalu mengikuti manusia dalam setiap aktivitasnya. Kemungkinan jin qarin masuk Islam oleh pengaruh manusia dijelaskan Dr. Al Asyqar berkata: bisa jadi seorang muslim manpu menpengaruhi jin pendampingnya kemudian dia masuk Islam”.

   Tetapi Syeikh Wahid Abdus Salam Bali berkata: apa yang dikatakan oleh Dr. Al Asyqar perlu ditinjau, karena pernyataannya tersebut mengisyaratkan bahwa setiap muslim bisa menpengaruhi jin pendampingnya hingga masuk Islam, bahkan secara tegas beliau menyatakan hal ini. Padahal yang benar tidaklah demikian, karena pemberitahuan di dalam hadist tersebut lahiriahnya menunjukkan bahwa hal tersebut khusus bagi Nabi Muhammad SAW. Siapa yang menyatakan berlaku bagi umum maka ia harus mengemukakan dalil. Sepanjang yang saya ketahui tidak ada dalil yang mendukung pendapat itu.

   Sahabat Umar bin Khattab yang dikenal kuat aqidahnya dan baik komitmen agamanya, ditakuti syetan (golongan jin) tetapi beliau tidak manpu mengislamkan jin pendampingnya. Selain itu seandainya seorang muslim selain Nabi Muhammad SAW mampu mengislamkan jin pendampingnya niscaya tidak ada lagi diadakannya ujian dan cobaan.

   Seringkali kita mendengar kasus-kasus kesurupan dan menonton sinetron atau reality show bertema jin, dimana “makluh ghaib” yang merasuki tubuh manusia atau berada ditempat/rumah setelah dimediumisasi mengakui sebagai ruh Rasulullah Muhammad SAW, ruh personil walisanga, ruh bung karno, ruh raja-raja terdahulu dan ruh dari keluarga. Si “makluh ghaib” itu menyakinkan dengan manpu menyebutkan tempat suatu kejadian, peristiwa-peristiwa tertentu, silsilah/nasap keluarga dan sebagainya, hal ini membuat orang-orang disekitarnya menyakini bahwa yang merasuk memang ruh yang gentayangan.
 

   Kalaupun ada kesamaan antara pengakuan si “makluh ghaib” dengan sejarah hidup seseorang yang telah meninggal, bukanlah merupakan bukti bahwa itu ruh orang tertentu yang bergentayangan. Itu adalah ulah jin Qarin orang tersebut saat masih hidup. Si jin Qarin ini berumur panjang dari orang itu yang memiliki data-data lengkap mengenai kehidupan orang itu. Tentunya dengan mudah menjabarkan sejarah hidup orang itu.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Misteri Dunia Paralel

   Apakah ada orang yang sedang membaca artikel ini ? Seseorang yang bukan Anda tapi tinggal di planet bernama Bumi, kota ,dan teknologi yang sama persis dengan dibumi , di sebuah tata surya bersama delapan planet lain ?
    Kehidupan orang ini identik dengan Anda dalam segala hal. Tapi barangkali dia sekarang memutuskan untuk menaruh artikel ini tanpa menyelesaikannya, sedangkan Anda membaca terus.

    Mungkinkah dunia paralel itu ada ? Mungkinkah anda bertemu dengan versi lain diri anda di dunia yang berbeda dengan dunia yang anda tempati sekarang ? Mungkin terkesan fiksi, namun perkembangan fisika kuantum yang mendobrak fisika klasik selama satu dekade terakhir berkata lain. Dunia paralel itu bisa saja ada . Kita bisa saja berada dalam dua , sepuluh , seratus , seribu , atau mungkin milyaran tempat berbeda dalam waktu yang bersamaan, bukan bergiliran. Anda dan versi lain diri anda benar-benar ada. Bagaimana itu terjadi ?

    “Ide multiverse tidak diciptakan oleh keajaiban dari sinkronisitas. Ini merupakan konsekuensi dari kondisi tanpa batas-serta teori-teori lain dari kosmologi modern . Dengan cara yang sama seperti kondisi kebetulan yang terjadi pada sistem tata surya kita, ternyata ada miliaran sistem yang sama yang eksis, yang kesesuaiannya dalam hukum alam dapat dijelaskan dengan adanya eksistensi banyak semesta. “

    Dalam fisika, interpretasi banyak semesta dari mekanika kuantum, dirancang oleh Hugh Everett III pada tahun 1957 dan disempurnakan oleh Bryce Seligman DeWitt pada 1960-an dan 1970-an, yang merupakan upaya untuk menyatukan pendapat yang bertentangan tentang peristiwa nondeterministic (yaitu, kejadian yang timbul secara acak, seperti peluruhan atom radioaktif) dengan persamaan kuantum deterministik. Meskipun keduanya akan bertentangan dalam satu realitas linear, keduanya akan mungkin disatukan jika ada lebih dari satu realitas seperti pohon dengan sejumlah besar cabang, satu untuk setiap hasil kuantum yang mungkin.

    Beberapa ilmuwan yang meyakini teori semesta banyak/multiverses telah menyatakan bahwa mungkin ada jumlah tak terbatas alam semesta paralel yang berasal dari semua kejadian yang mungkin dalam realitas. Hawking, bagaimanapun, mengambil pandangan yang sedikit lebih konservatif. Dia mengatakan bahwa M-teori, yang disebut “teori segalanya” bisa memberikan penjelasan yang komprehensif tentang realitas, dia memperkirakan ada sebanyak 10 pangkat 500 semesta, “masing-masing dengan hukum-hukum fisikanya sendiri .”

   Tetapi ada artikel terbaru dari wartawan ruang angkasa dan astronomi Rachel Courtland dalam majalah New Scientist yang memberi rincian, konsep multiverse ternyata menciptakan sejumlah pertanyaan potensial bagi mekanika kuantum, karena mensyaratkan adanya doppelgangers – yaitu, salinan identik dari masing-masing dan setiap dari kita. Sejumlah besar kembar identik ini mungkin menyebabkan malapetaka pada salah satu prinsip dari teori kuantum, yaitu bahwa benda-benda berada dalam “superposisi” dari semua keadaan yang mungkin dari mereka secara bersamaan.

   Sebuah tim yang dipimpin oleh fisikawan Anthony Aguirre di University of California, Santa Cruz, baru-baru ini telah mengusulkan solusi, yang ditulis di New Scientist. Para ilmuwan ini menyimpulkan adanya jumlah tak terbatas doppelgangers yang melakukan percobaan tertentu adalah setara dengan seorang pengamat yang melakukan percobaan sebanyak tak terhingga.

   Alih-alih ketidakpastian yang diperlukan dalam teori kuantum berasal dari pengamat yang tidak mengetahui hasil percobaan di muka, mereka membayangkan adanya beberapa pengamat yang mendapatkan hasil yang berbeda. Ketidakpastian itu “berasal dari kenyataan bahwa Anda tidak tahu pengamat yang mana Anda,” kata Aguirre kepada majalah New Scientist.

Kesimpulan
   Meski bukti yang dijadikan sandaran para ilmuwan tersebut masih menunggu pembuktian lebih lanjut, namun setidaknya para peneliti tersebut telah satu langkah lebih maju membuktikan adanya alam semesta lain. Jika begitu, apa implikasi diri kita mengetahui hal tersebut? Setidaknya dengan adanya versi lain diri kita melakukan kecerobohan-kecerobohan yang sering kita lakukan, kita tidak menjadi rendah diri. Bahkan banyak versi lain diri kita yang lebih sukses dari kita. Kalau sudah begitu, kalau mereka bisa sukses kenapa kita tidak? Bukankah yang membedakan versi lain diri kita dengan kita sendiri hanyalah alam semestanya, sementara mereka sendiri adalah kita. Jadi jangan lupa selalu berpikiran positif. 

Orang-orang Yang Dilaknat Di Dalam Al-Quran Dan Hadis

   Dilaknat artinya disingkirkan dan dijauhkan oleh Allah dari rahmat-Nya, dan dimurkai oleh-Nya.
Orang-Orang yang dilaknat dan dikutuk di dalam Al-Qur’an:
1. Orang-orang kafir dan yang ingkar

 “Mereka berkata: hati kami tertutup. Tetapi sebenarnya Allah telah melaknat mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.” (Al-Baqarah: 88)
“Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang yang kafir, dan menyiapkan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka).” (Al-Ahzab: 64).

2. Orang-orang yang menentang kebenaran

“Hai orang-orang yang telah diberi Al-kitab, berimanlah kamu pada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami merubah wajahmu, lalu Kami laknat mereka sebagaimana Kami telah melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu, dan ketetapan Allah pasti berlaku.” (Al-Nisa’: 47)

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al-Kitab? Mereka mempercayai Jibt dan Thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Barangsiapa yang dilaknat oleh Allah, niscaya kamu kamu tidak akan mendapat penolong baginya.” (An-Nisa’: 51-52).

3. Para pemimpin dan pembesar yang menyesatkan

“Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan di dalam neraka, mereka berkata: sekiranya kami mentaati Allah dan Rasul-Nya. Dan mereka berkata: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan
kami dari jalan yang benar. Ya Tuhan kami, timpakan kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.” (Al-Ahzab: 66-68)

4.Orang-orang yang memutuskan silaturrahim, dan orang-orang yang murtad

“Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan memutuskan silaturrahim? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan telingan mereka serta dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (Muhammad: 22-23)

5.Orang-orang yang menentang undang-undang Ilahiyah dan menyimpan kebenaran.

“Sesungguhnya orang-orang yang menyimpan apa yang Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami menerangkannyakepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh semua makhluk yang dapat melaknat. Kecuali mereka yangtelah bertaubat dan melakukan perbaikan dan menerangkan kebenaran,
mereka itu Akulah Yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 159-160)

6. Para pemimpin kekufuran dan pelaku kerusakan di muka bumi

“Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di muka bumi, orang-orang itulah yang mendapat laknat dan lagi mereka yang memperoleh kediaman yang buruk (Jahannam).” (Ar’d: 25).

7.Orang-orang munafik yang menyakiti Rasulullah saw

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allahakan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (Al-Ahzab: 57)

“Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari penyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu untuk memerangi mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam keadaan terlaknat. Dimana
saja mereka jumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-sehebatnya.” (Al-Ahzab: 60-61)

“Allah mengancam orang-orang munafik laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknat mereka. Bagi mereka azab yang abadi.” (At-Taubah: 68).

8.Orang-orang yang zalim

“Penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka: Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang dijanjikan kami oleh Tuhan kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan yang sebenarnya apa yang dijanjikan kepadamu oleh Tuhanmu? Mereka penghuni neraka menjawab: Betul. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: Laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim.” (Al-A’raf: 44)

“Mereka itu (orang-orang yang zalim) balasannya: Sesungghnya atas mereka laknat Allah ditimpakan, demikian juga laknat malaikat dan semua manusia.” (li-Imran: 87).

9.Orang-orang yang membunuh orang mukmin

“Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahannam, kekal di dalamnya, Allah murka dan melaknatnya, dan menyiapkan baginya azab yang besar.” (An-Nisa’: 93).

10.Iblis. (Al-Hijr/15: 35; Shaad: 78)

“Sesungguhnya atasmu (Iblis) laknat sampai hari kiamat.” (Al-Hijr/15: 35)

11.Orang-orang yang menuduh berzina terhadap perempuan yang baik-baik dan suci

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita baik-baik dan beriman (berbuat zina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.” (An-Nur: 23)

12.Orang-orang yang menyalahi pemimpin yang saleh

“Mereka selalu diikuti laknat di dunia dan hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum ‘Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum ‘Ad yaitu kaum Hud.” (Hud: 60).

“Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Mhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada pula yang telah musnah.” (Hud: 100).

Orang-orang yang dilaknat di dalam hadis Rasulullah saw:

    Rasulullah saw bersabda: 

“Ada lima orang yang dimohonkan laknat atas mereka dan semua nabi mengaminkannya: (1) Orang yang menambah kitab Allah dan meninggalkan sunnahku, (2) orang yang mendustakan takdir Allah, (3) orang yang mengatakan halal atas nama keluargaku apa yang diharamkan oleh Allah, (4) orang yang mementingkan dirinya dalam harta rampasan perang yang dihalalkan baginya, (5) orang yang mengajak berbuat baik sementara dirinya meninggalkannya atau melarang orang lain berbuat dosa sementara dirinya melakukannya.” (Al-Wasail11: 271).

Tentang Qorin (Jin Pendamping Manusia)

بسم الله الرحمن الرحيم
Pertanyaan :

Assalamualaikum,Ustadz, ana ingin menanyakan suatu hal berkaitan dengan jin pendamping manusia, apakah benar (ada hadist nya) tentang jin pendamping manusia? karena ana dulu pernah membaca suatu buku (afwan lupa judulnya) yang mengatakan jin pendamping Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam masih hidup. apakah makhluk halus yang dilihat sebagian manusia baik itu berupa kuntilanak, pocong, atau lainnya adalah jin biasa atau jin pendamping yang menyerupai manusia yang didampinginya sewaktu hidup? apakah ada buku referensi mengenai hal ini?

Jazaakumullahu khair
Jawaban :
oleh Al-Ustadz Dzulqornain bin Muhammad Sunusi
Bismillah,
   Untuk pertanyaan ini, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan,
Satu.
   Tentang setiap manusia mempunyai qarin (pendamping). Mungkin bisa cermati dari beberapa nash dalil. Diantaranya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla,

“Siapa yang berpaling dari dzikir kepada Ar-Rahman maka kami akan buat syaithon berkuasa terhadap sehingga dia menjadi qorinnya.” [Az-Zukhruf: 36]

  Makna qorin dalam ayat adalah syaithan yang terus menggodanya, melalaikan dan menyesatkannya.
Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ » ». قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « وَإِيَّاىَ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِى عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلاَ يَأْمُرُنِى إِلاَّ بِخَير

“Tidak seorang pun dari kalian kecuali telah diwakilkan kepada qarinnya dari Jin.” Shahabat bertanya, “Juga kepada engkau wahai
Rasulullah.” Beliau menjawab, “Juga kepadaku

Namun Allah telah membantuku sehingga (qarinku) masuk islam (boleh juga diterjemah sehingga aku selamat darinya). Maka dia tidak menyuruhkan kecuali hanya dengan kebaikan,” (Dikeluarkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Mas’ud)
Juga suatu hari hari ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha cemburu terhadap Rasulullah yang keluar di waktu malam, maka beliau bersabda, “Apakah syaithanmu telah mendatangimu?”
Aisyah menjawab, “Wahai Rasulullah, apa bersama saya ada syaithan?”
Beliau menjawab, “Iya.”
Aisyah bertanya, “Apakah bersama setiap insan?”
Beliau menjawab, “Iya.”
Aisyah bertanya, “Juga bersama engkau, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Iya. Tapi Allah membantuku terhadapnya sehingga aku selamat.”
(Dikeluarkan oleh Imam Muslim)
Dua.
   Penjelasan tentang adanya qarin pada setiap manusia adalah peringatan untuk menghindari fitnah dan was-was serta penyesatannya, sehingga setiap orang menghindari segala perkara yang bisa mengantarnya kepada dosa dan agar dia senantiasa berlaku taat kepada Allah dan selalu berdzikir mengingat-Nya.
Tiga.
   Adanya Jin adalah hal yang dimaklumi. Tapi harus diingat bahwa tidak boleh seorang muslim menggunakan istilah-istilah pocong, kuntilanak dan semisalnya dari kamus orang-orang yang rusak keyakinannya. Kalau pun ada dari manusia yang pernah menyaksikan hal tersebut, maka itu hanya tipu daya dari Jin atau syaithan untuk menyesatkan.
Wallahu A’lam

Syaikh Saleh Al-Fauzan Hafizahullah ditanya:
   Apa makna riwayat yang menyebutkan bahwa setiap manusia memiliki pendamping (qorin) dari kalangan jin. Apakah benar bahwa qorin tersebut mengabarkan manusia tentang perkara- perkara yang telah terjadi atau yang akan terjadi dalam waktu dekat?
Beiau menjawab:
أما الإخبار عن المستقبل فلا يعلمه إلا الله ، فلا أحد يخبر عن هذا لا من الجن ولا من الإنس ، إنما الغيب لله سبحانه وتعالى ” عالم الغيب فلا يظهر على غيبه أحدا ” كما يأتيكم في هذه السورة ، وأما أن مع الإنسان قرينا من الجن وقرينا من الملائكة نعم مع الإنسان قرين من الملائكة يدله على الخير ، وقرين من الجن والشياطين يدله على الشر فأيهما غلب عليه سار معه ، ابتلاء وامتحان من الله سبحانه وتعالى . نعم .
“adapun mengabarkan sesuatu yang akan datang maka tidak seorangpun yang mengetahuinnya kecuali Allah, tidak seorangpun yang dapat mengabarkan tentang hal ini, baik jin maupun manusia. Alam gaib itu hanya milik Allah Azza wajalla, “Dialah yang mengetahui Alam gaib, maka Dia tidak menampakkan Alam gaib itu kepada siapapun”, sebagaimana yang terdapat pada surah ini. Adapun masalah setiap manusia memiliki qorin dari kalangan jin dan qorin dari kalangan malaikat maka hal itu benar , setiap manusia memiliki qorin dari malaikat yang membimbingnya kepada kebaikan dan qorin dari kalangan jin dan syaitan yang mengarahkannya kepada keburukan, yang mana yang lebih kuat maka dia yang berjalan bersama manusia itu sebagai ujian dan cobaan dari Allah Azza Wajalla.
Syaikh Saleh Al-Fauzan Hafizahullah ditanya:
   Apakah dapat diambil dari kisah kaum jin yang mendengar Al-Qur’an dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, bahwa kaum Jin yang mukmin mereka hadir ketika dibacakan Al-qur’an dimasjid- masjid, dan di berbagai tempat- tempat perkumpulan disaat alqur’an dibacakan.?
Beliau menjawab:
نعم الجن المؤمنون يحضرون الدروس ، يحضرون تلاوة القرآن مع إخوانهم الإنس يحضرون هذا ، وإن كنا لا نراهم فهم يحضرون . نعم .
“Iya,kaum jin yang mukmin menghadiri pelajaran- pelajaran, mereka juga menghadiri bacaan alqur’an bersama saudara- saudara mereka dari manusia, mereka hadir, meskipun kita tidak dapat melihat mereka namun mereka hadir. Iya”

Hadis- Hadis Rasulullah tentang Hari Kiamat

Hadis-hadis tentang Kiamat.

Didapati kini bahawa seluruh tanda-tanda kecil telah muncul dan terbukti seperti yang dinyatakan dalam hadis yaitu sabda Nabi Muhammad s.a.w sendiri. Kebanyakan hadis-hadis ini dapat ditemukan di dalam Sahih Muslim, Sahih Bukhari dan Riwayat Tarmidzi
*1) Penaklukan Baitulmuqaddis
 

Dari Auf b. Malik r.a., katanya, 

Rasulullah s. a. w. telah bersabda:”Aku menghitung enam perkara menjelang hari kiamat” Baginda menyebutkan salah satu di antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis.” – Sahih Bukhari

*2) Zina bermaharajalela

“Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keldai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan
datang.” – Sahih Muslim

*3) Pemimpin yang terdiri dari orang yang jahil dan fasik
Daripada Abdullah Bin Amr Bin ‘Ash r.a. berkata: “Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

Bahawasanya ALLAH S.W.T. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi ALLAH S.W.T. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim-ulama’.
Maka apabila sudah ditiadakan alim-ulama’ , orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain.”Riwayat Muslim.

*4) Bermaharajalela alat muzik

Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan dan perubahan muka.”Ada yang bertanya kepada Rasulullah; “Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?” Baginda menjawab; “Apabila telah bermaharajalela bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi2 wanita” – Ibnu Majah

*5) Menghias masjid dan membanggakannya
Berkata Ali bin Abi Talib,

Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja, agama hanya bentuk saja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah.
Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga.
Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat
.”
Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegah-megahan dalam mendirikan masjid” – Riwayat Nasai.

 *6) Munculnya kekejian, memutuskan kerabat dan hubungan dengan tetangga tidak baik

Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji,memutuskan hubungan silaturahim dan sikap yang buruk dalam tetangga.” – Riwayat Ahmad dan Hakim

*7) Ramai orang menuntut ilmu kerana pangkat dan kedudukan

Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama dimuka bumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran ” – Riwayat Ahmad ”

 * 8) Ramai orang soleh meninggal dunia

Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama dimuka bumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran” – Riwayat Ahmad

* 9) Orang hina mendapat kedudukan terhormat

Di antara tanda-tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka’ bin Luka’(orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang beriman yang diapit oleh dua orang mulia” – Riwayat Thabrani

 * 10) Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.

Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah akan muncul pakaian-pakaian wanita dan apabila mereka memakainya keadaannya seperti telanjang.”

Tanda-tanda besar Kiamat

Era Pertama
* Penyakit tanpa ubat
* Dajjal bermaharajalela


 
   Kekuatan Dajjal ini dapatlah dibayangkan dengan kecanggihan teknologi hari ini, beliau bukan sahaja boleh menguasai manusia malahan beliau juga dapat menguasai jin. Jikalau kita lihat hari ini,sebuah organisasi di mana ianya cenderung ke arah keruntuhan moral,adakah kita akan mengatakan oraganisasi ini mendapat arahan terus daripada Dajjal? Tidak samasekali ! Dari sinilah Dajjal menggunakan makhluk-makhluk alam lain sebagai pembantunya.

    Sabda Rasulullah s.a.w. daripada Abdullah Mas’ud r.a. maksudnya:

Setiap kamu ada Qarin daripada bangsa jin, dan juga Qarin daripada bangsa malaikat. Mereka bertanya: “Engkau juga ya Rasulullah.” Sabdanya: “Ya aku juga ada, tetapi Allah telah membantu aku sehingga Qarin itu dapat kuislamkan dan hanya menyuruh aku dalam hal kebajikan sahaja.” (Riwayat Ahmad dan Muslim)

   Ath-Thabarani mengisahkan riwayat dari Syuraik bin Thariq. Ia berkata, Rasululloh Shallallahu‘Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya: 

Tidak ada seseorang di antara kalian melainkan ada baginya seorang syaitan.” Mereka bertanya, “Juga bagimu, ya Rasulullah?” “Ya, juga bagiku, tetapi Allah melindungiku sehingga aku selamat .”(HR. Ibnu Hibban)

   Jin yang mendampingi kita semenjak kita dilahirkan ke dunia ini sentiasa mendorong kita ke arah yang bertentangan dengan kehidupan yang baik kerana mereka ini adalah telah hidup lebih dahulu daripada kita namun kita maseh boleh membentuk mereka ini dengan ibadah dan suasana yang membolehkan kita berIman dengan ALLAh s.w.t. walau bagaimana pun perlulah diketahui yang sejahat-jahat manusia adalah sebaik-baik jin.
     Apabila mereka ini sudah terbiasa dengan suasana yang mendorong ke arah kemaksiatan sebagaimana suasana nafsu-nafsi yang di jana oleh Dajjal tadi, maka dia juga akan mendorong kita supaya ke arah kemaksiatan .Jadi tidak mustahil seandainya kita pernah mendengar di dalam dada akhbar bagaimana seorang guru boleh mencabul anak muridnya sendiri.
     Dajjal ini bukanlah tandingan manusia biasa yang hendak melawannya ,melainkan kita ini hendaklah duduk di bawah Panji-panji yang mempunyai guru yang makrifat dan mendapat bimbingan mereka ini.

* Imam Mahadi muncul 
Dalam riwayat lain,Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud ; 

Dunia tidak akan berakhir sehingga orang-orang Arab dipimpin oleh seorang laki-laki dari ahli baitku namanya serupa dengan namaku.” ( HR. Abu Dawud )

 * Perang Sabil

   Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, 

Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)

* Turunnya Nabi Isa as bersama tenteranya dari langit

Demi yang diriku berada ditangannya,sesungguhnya Ibn Maryam hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil,maka ia akan menghancurkan salib,membunuh babi,menolak upeti,melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR. Bukhari,Muslim,Ahmad,Nasa’I,Ibn Majah dari Abi Hurairah)

Isa AS, putera Maryam AS, akan menjadi seorang hakim yang adil dan penguasa yang adil (dalam umatku), mematahkan dan meremukkan kayu salib dan membunuh babi… Bumi ini akan dipenuhi dengan kedamaian seperti sebuah bejana diisi dengan air. Seluruh dunia akan mengumandangkan dan mengikuti satu kata yang sama dan tidak satu pun akan disembah selain Allah. (HR Ibnu Majah)

* Dajjal dibunuh
 Dalam satu hadis daripada Al-Nawwas bin Sam’an, katanya: 

Rasulullah saw menyebut perihal Dajal dan menyatakan: ‘…Sebenarnya Dajal itu seorang muda yang rambutnya kerinting, biji matanya timbul (buta sebelah); … sebenarnya dia akan keluar di satu tempat antara negeri Syam (Syria) dan Iraq.
“Dia akan melakukan kerosakan di serata tempat yang dia sampai kepadanya (dengan menjadikan kampung orang yang menerima dakwaannya sebagai Tuhan mewah makmur, dan kampung orang yang enggan menerima dakwaannya susah meleset.
“Dia akan menunjukkan kepandaian sihirnya dengan menjadikan tempat yang terbiar dan tanah yang kering kontang mengeluarkan khazanah bumi dan tumbuh-tumbuhan yang menghijau subur.
“Juga menjadikan orang muda yang kuat gagah dibelah dua badannya, sepotong dicampakkan jauh daripada yang satu lagi, kemudian diseru lalu kedua-dua potongan badan itu bersatu dan orang muda itu pun hidup semula dengan tersenyum-senyum seolah-olah tidak ada sesuatu yang menimpanya.
“Demikian juga mana-mana yang menyembahnya dimasukkan ke dalam syurganya yang dirasai oleh orang itu sebagai neraka, sebaliknya orang yang enggan menyembahnya dimasukkan ke dalam nerakanya yang dirasai oleh orang itu sebagai syurga; dan sebagainya).
“Nabi bersabda lagi: “Wahai sekalian hamba Allah, selepas kamu mengetahui demikian, maka tetapkanlah iman kamu, jangan terpengaruh kepada dakwaannya!”
Kami bertanya: “Ya Rasulullah! berapa lama dia akan bermaharajalela di bumi?”
Baginda menjawab: “Empat puluh hari, hari yang pertama, panjangnya seperti setahun dan hari yang kedua, panjangnya seperti sebulan dan hari yang ketiga seperti seminggu, manakala hari yang lain seperti hari kamu yang biasa.”
Kami bertanya lagi: “Ya Rasulullah! jika demikian, hari yang panjangnya seperti setahun itu, misalnya cukupkah kami mengerjakan pada-Nya sembahyang untuk sehari?”
Baginda menjawab: “Tidak, tetapi kirakanlah masa untuk mengerjakan sembahyang itu sekadar masa yang biasa kamu lakukan.”
Rasulullah menerangkan lagi: “Ketika Dajal itu bermaharajalela, Allah akan menghantar turun Nabi Isa anak Mariam, lalu dia turun berhampiran dengan menara putih yang letaknya di timur bandar Damsyik, maka Nabi Isa pun mengejar Dajal hingga dapat menawannya di pintu kariah yang bernama ‘Lud’ lalu membunuhnya.
Selepas itu, datanglah suatu ka-um yang Allah sudah selamatkan mereka daripada bencana Dajal menghadap Nabi Isa, lalu Nabi Isa menghapuskan kesan kedukaan dan kesedihan daripada air muka mereka dengan menyatakan: “Bahawa Dajal sudah pun dibunuh dan menggembirakan hati mereka dengan darjat kedudukan mereka dalam syurga”.
Nabi bersabda: “Bahawa ketika Nabi Isa sedang menerangkan perkara yang menggembirakan mereka, Allah mewahyukan kepada Nabi Isa dengan firman-Nya: “Bahawa Aku sudah mengeluarkan sekumpulan hamba-Ku (Yakjuj wa Makjuj) yang tidak ada daya upaya bagi sesiapa pun memerangi mereka.
“Oleh itu bawalah hamba-Ku yang bersama kamu berlindung di bukit Tursina. Selepas itu Allah mengeluarkan Yakjuj wa Makjuj dan mereka pun meluru turun daripada tiap-tiap tempat yang tinggi.”
“Nabi Isa dan pengikutnya pun terkepung lama di bukit itu hingga kepala lembu menjadi lebih berharga dan lebih baik kepada mereka daripada seratus dinar kepada seseorang kamu sekarang.
“Lalu Nabi Isa dan pengikutnya merayu kepada Allah supaya membinasakan musuh mereka, maka Allah menghantarkan ulat menyerang batang leher Yakjuj wa Makjuj, mereka pun mati bergelimpangan dengan serentak seperti matinya satu jiwa.
“Kemudian Nabi Isa dan pengikutnya turun dari bukit itu lalu mereka dapati tidak ada barang sejengkal pun di bumi, melainkan penuh dengan bau hapak dan busuk disebabkan bangkai Yakjuj wa Makjuj.
“Maka Nabi Isa dan pengikutnya merayu lagi kepada Allah, lalu Allah menghantar sekumpulan burung yang batang lehernya seperti unta, maka kumpulan burung itu pun mengangkut dan mencampakkan bangkai itu ke tempat yang dikehendaki Allah.
“Kemudian Allah menurunkan hujan lebat yang sebarang bangunan tidak dapat menahan airnya daripada meliputi serta mencuci muka bumi hingga menjadi bersih dan rata seperti cermin.
“Allah berfirman kepada bumi: “Tumbuhkanlah tanaman kamu dan keluarkanlah buah kamu, dan kembalikanlah segala nikmat kamu.”
“Maka pada masa itu, sebilangan orang boleh kenyang dengan hanya memakan sebiji delima dan boleh berteduh dengan kulitnya dan pada masa itu juga diberkati Allah pada susu hingga perahan seekor unta, mencukupi untuk diminum oleh satu kaum yang besar jumlahnya.
“Susu seekor lembu perahan juga mencukupi untuk diminum oleh satu kabilah dan susu seekor kambing perahan, mencukupi untuk diminum oleh satu suku kaum.”
Nabi bersabda lagi: “Ketika manusia sedang menikmati kemakmuran dan kemewahan berkenaan, tiba-tiba Allah menghantar sejenis angin yang baik… lalu mengambil nyawa setiap orang yang baik, mukmin dan Muslim, dan tinggallah saja orang yang jahat dengan keadaan bercakaran sesama sendiri dan berhubung jenis seperti haiwan, maka pada zaman mereka inilah berlakunya hari kiamat.”
Dan pada satu riwayat yang lain: “Kemudian Allah menghantar sejenis angin yang sejuk nyaman, yang datangnya dari arah negeri Syam, maka pada saat itu tidak tinggal di atas muka bumi seorang pun yang ada dalam hatinya seberat zarah kebaikan, melainkan diambil nyawanya oleh angin itu.”
Nabi bersabda lagi: “Maka tinggallah saja orang jahat yang cepat bergerak melakukan maksiat dan kederhakaan secepat burung terbang, dan yang menceroboh serta menzalimi satu sama lain seperti binatang buas; mereka tidak suka dan tidak mengenal perkara yang baik, dan tidak benci serta tidak melarang daripada melakukan perkara yang buruk.”
Pada saat itu, syaitan menyamar diri kepada mereka dan bertanya: “Tidak malukah kamu meninggalkan jalan mendampingi diri kepada Allah? Tidak mahukah kamu menurut ajakan aku? Maka mereka pun bertanya: “Jika demikian apa yang engkau suruh kami lakukan?
Syaitan pun menyuruh mereka menyembah berhala untuk mendampingkan diri mereka kepada Allah (kononnya), mereka menerima ajakan syaitan itu lalu menyembah berhala, sedangkan rezeki mereka mencurah-curah dan penghidupan mereka baik dan mewah; kemudian ditiup sangkakala, yang pertama, yang mematikan segala yang bernyawa ...” – ( al-Nawwas bin Sam’an r.a Hadis riwayat Muslim ).

* Dunia kembali Sejahtera,aman,damai dan sentosa * Manusia kembali menyembah berhala

 Era kedua
* Al-quran diangkat ke langit

* Yakjuj wa Makjuj muncul dengan membuat kerosakkan

( Demikianlah keadaan mereka ) hingga apabila terbuka tembok yang menyekat Yakjuj dan Makjuj, serta mereka meluru turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Dan hampirlah datangnya janji hari kiamat yang benar, maka dengan serta-merta pandangan mata orang-orang yang kufur ingkar terbeliak (sambil berkata dengan cemas): “Aduhai celakanya Kami. Sesungguhnya kami telah tinggal dalam keadaan yang melalaikan kami daripada memikirkan perkara ini, bahkan kami telah menjadi orang-orang yang menganiaya diri sendiri“. (Surah Al-Anbiyaa’ : 96 – 97)

* Raksasa terbit dari bumi Mekah ( Dabbatul ardh )

Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)

* Allah tandakan dahi mereka yang tidak beriman * Allah matikan orang-orang yang beriman dengan angin sejuk

 * Matahari terbit dari sebelah barat

Menurut Hadist Nabi saw. Rasullullah saw bersabda: 

Salah satu tanda Akhir zaman (Kiamat), apabila sampai masanya… matahari terbit disebelah barat. Pada masa ini, taubat sudah tiada.” hadith Muslim.

* Tiupan angin Sangkakala

Apabila ditiup sangkakala, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab (kekeluargaan) antara mereka pada hari itu, dan mereka tidak saling bertanya (23-101)

* Allah Gulungkan dunia

Perang Salib: Perspektif Islam

   Perang Salib berawal dari Maklumat Perang suci yang diserukan oleh Paus Urbanus II pada tahun 1095. Hal ini didorong oleh keinginan kaum Kristen Eropa untuk menjadikan tempat-tempat suci umat Kristen, terutama Yerussalem untuk bisa masuk ke wilayah mereka sehingga melakukan serangkaian operasi militer melawan tentara muslim di sepanjang kawasan Mediterania Timur. Perang ini kerap dilihat sebagai awal kontak yang melahirkan ketegangan dan sikap permusuhan antara Barat dan Timur. Perbincangan tentang konflik antaragama, terutama agama-agama besar dunia—Yahudi, Kristen, dan Islam—sering kali dihubungkan dengan peristiwa Perang Salib.
Menurut Anne-Marie Eddé dari Universitas de Reims, perang salib dari sudut pandang Barat telah menghasilkan karya-karya yang begitu kaya dan melimpah dalam waktu lebih dari satu abad. Sepertinya, studi dan riset tinjauan sejarah Perang Salib jauh lebih banyak dilakukan oleh kaum Barat.

   Di sisi lain, sangat sedikit studi yang mencermati respon kaum muslim terhadap Perang Salib sehingga tidak heran jika Perang Salib lebih banyak dihadirkan secara Eropasentris. Sudah lama diyakini bahwa perang salib membawa pencerahan besar kepada kaum Eropa Barat yang dulu bisa dikatakan sangat tertinggal ketika ilmu pengetahuan dan kebudayaan maju pesat di negara-negara Timur Tengah, bahkan meluas hingga ke Barat ke Andalusia dan ke Timur ke daratan India.

   Prof. Carole Hillenbrand, Guru Besar Studi Islam dan Bahasa Arab dari Universitas Eidinburgh adalah salah satu penulis yang mencoba mengambil perspektif Islam dari Perang Salib. Dia menulis buku yang berjudul The Crusades : Islamic Perspectives (terjemah Indonesia : Perang salib, sudut Pandang Islam) . Buku setebal 808 Halaman ini menyajikan reaksi kaum muslim terhadap tentara Salib dengan menjelaskan pula konsep jihad saat menghadapi kaum Salib. Dia juga menjelaskan strategi militer, persenjataan, pertempuran laut, benteng-benteng serta interaksi kaum muslim dengan kaum Salib tersebut.

   Buku ini, sebagaimana dikatakan oleh penulis, mencoba memasuki alam pikir umat Islam Abad Pertengahan yang merasakan penderitaan akibat Perang Salib, dan berdasarkan sumber-sumber itu, mengungkapkan setidaknya perasaan dan reaksi umat Islam terhadap intervensi Eropa barat di wilayah dan di dalam kehidupan mereka.

   Sikap melihat Perang Salib dari sudut pandang Islam memang sudah seharusnya dilakukan di tengah aroma Eropasentrisme yang merebak. Kajian buku ini dimaksudkan untuk memberikan pengimbangan kecenderungan yang Eropasentristik itu.

   Harus diakui, Perang Salib adalah cikal bakal hubungan antara Barat dan Timur. Perang Salib telah membentuk persepsi kaum Barat tentang dunia Islam sebagaimana perang itu juga membentuk pandangan umat Islam terhadap Barat. Perang Salib setidaknya telah mempengaruhi kesadaran kedua belah pihak dalam interaksi selanjutnya misalnya ungakapan Crusades dari Presiden George Bush saat menyatakan perang terhadap terorisme.

   Perang salib berlangsung selama kurang lebih dua abad (1096-1291). Perang ini terjadi karena adanya penaklukan kota-kota penting dan tempat suci kaum Kristen oleh kaum Muslim misalnya Suriah, Asia Kecil, Spanyol dan Sicilia. Disebut perang Salib karena kaum Kristen menggunakan Salib sebagai simbol pemersatu.

   Menurut Philip K. Hitti dalam The History Of Arabs, Perang Salib terjadi dalam tiga periode. Periode pertama disebut periode penaklukan (1096-1144) di mana Paus Urbanus II bisa membangkitkan semangat kaum Kristen untuk bersiap melaksanakan penyerbuan. Mereka menaklukkan Anatolia Selatan, Tarsus, Antiokia, Aleppo dan Edessa. Kemenangan pasukan Salib ini telah mengubah peta dunia Islam karena dari kemenangan ini berdirilah beberapa kerajaan di bawah pemerintahan Kristen di Timur.

   Periode kedua adalah reaksi umat Islam (1144-1192). Jatuhnya beberapa wilayah kekuasaan Islam ke tangan kaum Salib membangkitkan kesadaran kaum muslimin untuk menhimpun kekuatan guna menghadapi mereka. Di bawah kepemimpinan Imaduddin Zangi, Nuruddin Zangi dan Shalahuddin al-Ayyubi, kaum muslim bisa menundukkan wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan Salib misalnya Edessa, Aleppo, Damascus, Antikoia dan Mesir.

   Periode ketiga adalah berlangsung dari 1193-1291 yang lebih dikenal dengan perang saudara atau periode kehancuran dalam perang Salib. Tindakan tentara Salib untuk membebaskan Baitul Makdis beralih menjadi ambisi politik dan sesuatu yang bersifat material.

   Dari ketiga periode itulah, Carole Hillenbrand membuka cakrawala dan informasi tentang pemikiran, sikap dan reaksi kaum muslim pada saat tentara Salib datang. Dia menunjukkan, tentara Salib membawa banyak hikmah yang tak ternilai harganya karena mereka dapat berkenalan dengan kebudayaan dan peradaban Islam yang sudah sedemikian majunya. Kebudayaan yang mereka peroleh dari kaum Muslim seperti bidang militer, seni, astronomi, perdagangan, pertanian, kesehatan, kebersihan dan kepribadian sedikit banyak telah memberikan pencerahan kepada mereka.
[.]